GAMBARAN UMUM KONDISI DESA MANDALA SARI

2.1. Sejarah Desa Mandala Sari

2.1.1. AsaI-Usul Legenda Desa

Pada mulanya Dasa ini masih merupakan hutan belukar dan beberapa umbulan yang di sebut Umbul Libo, Oleh karena banyak keluarga yang datang dari Jawa untuk mengikuti sanak saudaranya yang telah berhasil dan kebanyakan menetap di Desa Sribawono sebagai penunpang, maka berusahalah mereka agar mempunyai hak atas tanah milik sendiri untuk dapat menetap disini.

Maka dengan izin kepala Negeri Labuhan Maringgai, pada tanggal 31 Agustus 1962 di bukalah Umbul Libo oleh Panitia pembukaan yang dipimpin oleh bapak Sukimin dan Bapak Sastro Suparto sebagai wakilnya, dan beberapa pembantu lainya.

Wilayah pembukaan ini semakin hari semakin ramai yang pada akhimya mereka berusaha untuk menetap di gubugnya masing-masing ( ngumbul ) Adapun untuk melayani masyarakat maka dibentuklah Pemerintahan dengan status pemerintahan Susukan dengan Nama Sriwedari, dan sebagai Kepala Susukan adalah bapak Sastro Suparto. Carik, Bapak. Sutarno, Kamituo : Bpk. Kromo Kardiman, Kéamanan Bpk. Suparno, P3NTR Bpk. Dawami, dan sebagai Kaum/Mudih Bapak M. Syuhud. Serta dibantu kelompok pembukaan yang disebut Kepala Regu yang jumlahnya I sampai dengan  VII Kepala regu antara lain :

Regu I      : Bpk. Suharno                   Regu II    : Bpk. Nasirin

Regu II     : Bpk. Saelan                      Regu IV  : Bpk. Juwiryo

Regu III    : Bpk. Tondo                       Regu VI  : Bpk. Darmin

Regu IV    : Bpk. Surono

Tahun 1963 tepatnya Pada tanggal 31 Agustus adalah HUT ke I Susukan Sriwedari, yang dihadiri oleh Bapak Camat Labuan Maringgai Syah Dullah Pati dan pada saat itu bertepatan dengan kembalinya Irian Barat kepangkuan NKRI, maka semenjak itulah oleh beliau, nama Susukan Sriwedari diganti menjadi MANDALA SARI sesuai dengan nama pasukan Komando Mandala yang dipimpin oleh Mayjen Soeharto, untuk membebaskan Irian Barat dari pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahun 1964 pengembangan kampong kearah timur laut yang sekarang bernama Srigading, oleh ketua pembukaan Bapak Sukimin dan Bapak Sastri Suprapto. Sedangkan pelaksana harian Saudara Sukirno. Hs. Yang pada saat itu menjabat sebagai Carik II Susukan Mandala Sari, dan semua hal yang menyangkut urusan pemerintahan masih masuk Susukan Mandala sari.

Kemudian pada Tahun 1965 Kampung Susukan Mandala Sari ditetapkan sebagai kampong difinitif, karena syarat telah terpenuhi baik jumlah penduduk, tanah lapangan, masjid, langgar, gereja untuk beribadah pemeluknya. Juga SD/Madrasah sebagai tempat pendidikan dan balai kampong sudah ada.

Sebagai kepala kampong pertama adalah Bapak SASTRO SUPRAPTO yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai pejabat kepala kampong, Sedangkan kepala Regu diremajakan menjadi Bayan/Kepala Dusun. Pemerintahan ini berjalan sampai dengan tahun 1969. Yang selanjutnya diadakan pemilihan Kepala Desa Mandala Sari untuk pertama kalinya pada Tahun 1970, dengan kepala Desa terpilih saat itu Bapak Y. SUNODO.

SUMBER: Arsip Profil Desa Mandala Sari 2017